Print Friendly and PDF
01.01
Indonesia menduduki peringkat keempat dunia untuk jumlah anak yang pertumbuhannya tidak maksimal. Lebih dari 9 juta, atau sepertiga anak usia bawah lima tahun di Indonesia mengalami pertumbuhan badan yang tidak sesuai ukuran standar internasional untuk tinggi badan berbanding usia (stunted). Diperkirakan pula ada sekitar 3,3 juta anak Indonesia yang kurus (wasted).


Stunting bukan hanya masalah tinggi badan, namun adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Stunting terjadi mulai saat janin masih berada di dalam kandungan, tetapi baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Stunting merupakan kekurangan gizi kronis akibat kekurangan asupan zat gizi dalam waktu yang lama, biasanya diikuti dengan frekuensi sering sakit, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya pengasuhan, penggunaan air yang tidak bersih, lingkungan yang tidak sehat, terbatasnya akses terhadap pangan dan kemiskinan.
Stunting terkait erat dengan gangguan perkembangan kognitif dan produktivitas. Pada saat dewasa seringkali mengalami keterbatasan fisik, mudah terserang penyakit menular dan tidak menular serta rendahnya kemampuan kognitif yang menyebabkan hilangnya kesempatan kerja. Semua hal tersebut bersama-sama meminimalkan potensi penghasilan seumur hidupnya.
Kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan mudah infeksi dan sakit, dan postur tubuh tidak maksimal saat dewasa. Pada saat yang bersamaan, kemampuan kognitif anak berkurang. Semua hal ini akan berdampak pada kerugian ekonomi jangka panjang bagi perorangan dan masyarakat Indonesia. Melaksanakan intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak sangat penting untuk mencegah dampak negatif jangka panjang dari anak stunting akibat kekurangan gizi.
Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk mencegah stunting. Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 menyebutkan bahwa salah satu tujuan pembangunan adalah menurunkan prevalensi  stunting menjadi maksimal 32% pada tahun 2014. Dalam jangka panjang, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan prevalensi stunting sebesar 40% pada tahun 2025. Memperhatikan data Riskesdas tahun 2010 dan 2013, diperkirakan sulit mencapai target menurunkan prevalensi stunting menjadi 32 % pada tahun 2014.


Untuk mempercepat upaya penurunan prevalensi stunting, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden No. 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dengan fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan. Gerakan Nasional tersebut merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menurunkan prevalensi stunting dengan memenuhi kebutuhan dasar ibu hamil dan anak usia 0-2 tahun.
Pemerintah Indonesia, dengan dukungan hibah dari Amerika Serikat melalui Millenium Challenge Corporation, akan melaksanakan inisiatif baru untuk mengurangi anak pendek. Inisiatif baru ini adalah Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Anak Pendek (PKGBM). PKGBM adalah sebuah peluang bagi Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan program yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mencegah anak pendek di lokasi terpilih.
PT . Inacon Luhur Pertiwi dan PT. Miskat Alam Konsultan saat ini mendapat penugasan dari Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat Untuk Mengurangi Stanting (PKGBM) yang didanai hibah Compact dari Millenium Challenge Corporation (MCC) melalui Millennium Challenge Account Indonesia (MCAIndonesia) untuk perekrutan dan pengelolaan Fasilitator.


Fasilitator yang akan direkrut yaitu : 11 orang Fasilitator Kesehatan Provinsi (FKP), 11 orang Fasilitator Pelatihan Provinsi (FPP), dan 64 orang Fasilitator Kesehatan Kabupaten (FKK) dan kualifikasinya adalah sebagai berikut :
  1. FASILITATOR KESEHATAN PROVINSI (FKP)
    • Jumlah kebutuhan: 11 orang
    • Penempatan: masing-masing satu orang untuk setiap provinsi di lokasi proyek
    • Lama penugasan: 13 bulan, dengan masa percobaan 3 bulan
    • Persyaratan minimum
      • Pendidikan minimal S-1 di bidang kesehatan masyarakat, gizi, kebidanan, atau keperawatan
      • Memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 5 tahun berturut-turut pada proyek kesehatan atau gizi
      • Memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 2 tahun menangani administrasi keuangan proyek
      • Memiliki kemampuan menulis dan presentasi dalam Bahasa Indonesia. Kemampuan Bahasa Inggris akan menjadi nilai tambah
      • Memilik kemampuan menggunakan komputer dengan baik, terutama word, powerpoint, dan excel
      • Diutamakan tinggal di provinsi penugasan.
  1. FASILITATOR PELATIHAN PROVINSI (FPP)
    • Jumlah kebutuhan: 11 orang
    • Penempatan: masing-masing satu orang untuk setiap provinsi di lokasi proyek
    • Lama penugasan: 13 bulan, dengan masa percobaan 3 bulan
    • Persyaratan minimum:
      • Pendidikan minimal S-1 di bidang kesehatan masyarakat, gizi, kebidanan, atau keperawatan
      • Memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 5 tahun menangani program pelatihan staf atau bidang kesehatan
      • Memiliki kemampuan menulis dan presentasi dalam Bahasa Indonesia. Kemampuan Bahasa Inggris akan menjadi nilai tambah
      • Memiliki kemampuan menggunakan komputer dengan baik, terutama word, powerpoint, dan excel
      • Diutamakan tinggal di provinsi penugasan.
  1. FASILITATOR KESEHATAN KABUPATEN (FKK)
    • Jumlah kebutuhan: 64 orang
    • Penempatan: masing-masing satu orang untuk setiap kabupaten di lokasi proyek
    • Lama penugasan: 13 bulan, dengan masa percobaan 3 bulan
    • Persyaratan minimum:
      • Pendidikan minimal S-1  di bidang kesehatan masyarakat, gizi, kebidanan, atau keperawatan
      • Memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 5 tahun menangani proyek kesehatan, gizi atau sanitasi.
      • Pengalaman 2 tahun menangani administrasi keuangan proyek akan menjadi nilai tambah.
      • Memiliki kemampuan menulis dan presentasi dalam Bahasa Indonesia.
      • Menguasai bahasa daerah tempat penugasan diutamakan.
      • Memiliki kemampuan menggunakan komputer dengan baik, terutama word, powerpoint, dan excel
      • Diutamakan tinggal di kabupaten penugasan.
Pengiriman lamaran dapat dilakukan dengan cara : (i) input melalui website www.hrm-pkgbm.com atau (ii) email : hrm.pkgbm@gmail.com  atau melalui (iii) Po.Box 7268 JKS PM 12520 A .
Surat Lamaran dilampiri : CV (menggunakan format yang harus diunduh melalui website ini pada menu Form Pendaftaran), Copy Ijazah, Sertifikat/Referensi Kerja, KTP, NPWP dan pas Foto, dengan mencantumkan kode posisi dan lokasi yang diminati.
Lamaran diterima paling lambat tanggal  28 Desember 2016.
Hanya pelamar yang memenuhi syarat yang akan dipertimbangkan.
Masukan email Anda untuk Dapatkan Update terbaru dari Subag Program Dinkes Ciamis.Gratis!

Admin adalah Pelaksana Sub Bagian Perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Terima Kasih atas kesediaan dan waktunya untuk berkunjung serta membaca artikel dan berita dari Situs Kami ini. Salam Sehat Selengkapnya..

0 komentar:

Posting Komentar

Dilarang Menghina, Dilarang Berkomentar berbau konten Pornography, SPAM, Sara, Provokasi, Berkomentarlah dengan Sopan, Bijak dan Santun. Terima Kasih